PERTUMBUHAN UANG dan INFLASI

  • INFLASI 
Kenaikan dalam tingkat harga keseluruhan dan terus menerus. Dalam perekonomian Indonesia, sebagian besar harga akan mengalami kenaikan dari waktu ke waktu hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan harga secara rata-rata sekitar 3,6 persen pertahun. Tingkat inflasi yang tinggi merupakan masalah utama dalam perekonomian sebagai salah satu kegagalan dalam kebijakan ekonomi.
  • DEFLASI 
Penurunan dalam tingkat harga keseluruhan dalam jangka waktu yang cukup lama

PENYEBAB INFLASI
Penyebab inflasi adalah hanya pertumbuhan dalam jumlah uang. Ketika bank sentral mencetak uang dalam jumlah besar, nilai uang menurun dengan cepat. Untuk mempertahankan kestabilan harga, bank sentral harus mempertahankan kendali yang ketat pada jumlah uang yang beredar.

Kerugian akibat inflasi hamper tidak terlihat. Kerugian itu termasuk biaya sol Sepatu, biaya menu, variabilitas harga relative dan kesalahan sumber daya, perubahan tidak disengaja mpada liabilitas pajak, kebingungan dan ketidaknyamanan, serta redistribusi kekayaan secara acak. Apakah kerugian ini, secara keseluruhan, kecil atau besar

Distorsi Pajak Akibat Inflasi
Inflasi yang tinggi cenderung menurunkan keinginan untuk menabung sedangkan tabungan merupakan bahan utama dalam pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

SOLUSINYA: Menghilangkan inflasi dengan menetapkan ulang undang-undang pajak dengan memperhitung kanefek dari inflasi. Pendapatan Kapital= Penyesuaian harga pembeliandengan indeks harga dan menilai pajakberdasarkan keuntungan rill.

Pajak Inflasi
Bank Sentral memilih mencetak uang begitu banyak, dikarenakan untuk membiayai berbagai pengeluaran dengan menarik pajak (pendapatan dan penjualan) atau menjual obligasi ataupun mencetak sejumlah uang yang dibutuhkan. Sedangkan pemerintah negara-negara tersebut sedang membuat uang sebagai salah satu cara untuk membiayai pengeluaran mereka.